Muspen Talk: Photostory Menghidupkan Cerita Melalui Lensa Kamera

13 April 2026
Muspen Talk: Photostory Menghidupkan Cerita Melalui Lensa Kamera

Jakata-Suasana ruang edukasi di Museum Penerangan pada Sabtu, 11 April 2026 terasa berbeda dari biasanya. Bukan sekadar ruang diskusi, tempat itu seolah berubah menjadi ruang bertemunya rasa ingin tahu terhadap cerita yang tak terbaca melalui kalimat. Melalui Muspen Talk bertema “Bercerita Melalui Fotografi”. Peserta diajak melihat dunia di balik lensa kamera, sebuah cerita di mana setiap bidikan lensa menyimpan nilai, dan setiap detail menghadirkan pesan yang mampu berbicara tanpa suara. Muspen Talk tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang refleksi, yang mengingatkan bahwa fotografi bukan sekadar menangkap gambar, melainkan menyimpan sejarah yang hidup dan bermakna.

 

Fotografi bagi sebagian orang mungkin hanya dipandang sebagai hasil jepretan kamera. Namun, dalam perspektif yang lebih dalam, setiap foto menyimpan lapisan makna tentang waktu, emosi, bahkan nilai yang ingin disampaikan. Dari sinilah konsep photostory atau cerita melalui foto menjadi penting. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk lebih peka terhadap proses mendapatkan gambar bersama Marrysa Tunjung Sari sebagai narasumber utama. Melalui pengalaman dan sudut pandangnya, kegiatan ini sarat akan ilmu serta wawasan baru seputar dunia fotografi.

 

Diskusi semakin kaya dengan kehadiran para praktisi dari Kelas Pagi Indonesia, yang turut berbagi pengalaman dalam dunia kreatif. Mereka mengajak peserta untuk lebih berani mengeksplorasi perspektif, melihat hal-hal sederhana dengan cara yang berbeda, dan mengolahnya menjadi cerita visual yang bermakna. Tidak hanya itu, para peserta juga didorong untuk memahami bahwa setiap karya memiliki karakter dan sudut pandang yang unik. Melalui proses berbagi ini, ruang diskusi terasa semakin hidup, membuka cara pandang baru terhadap fotografi sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri peserta untuk mulai bercerita melalui karya visual mereka sendiri.

 

Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Museum Penerangan dengan SMAN 70 Jakarta dan Kelas Pagi Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga dapat hadir melalui pengalaman langsung, interaksi, dan praktik kreatif. 

 

Pada akhirnya, fotografi bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi juga tentang apa yang ingin disampaikan. Dan dari sana, sebuah cerita dapat hidup tanpa perlu satu kata pun diucapkan. Dengan demikian, setiap foto memiliki potensi untuk terus berbicara, melampaui batas ruang dan waktu, serta meninggalkan kesan yang mendalam bagi siapapun yang melihatnya. (Tim Layanan Publik)

Bagikan:
Berita Terkait
Beri Masukan Anda
Apakah anda memiliki masukan, pertanyaan, atau keluhan terhadap pelayanan website kami?