Museum Penerangan dan Museum Balai Kirti Bangun Kolaborasi Strategis

07 October 2026
Museum Penerangan dan Museum Balai Kirti Bangun Kolaborasi Strategis

BOGOR — Museum Penerangan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Museum Balai Kirti Kementerian Kebudayaan membangun kolaborasi strategis untuk memperkuat peran museum sebagai ruang pembelajaran, pelestarian sejarah, dan penyebarluasan pengetahuan kepada masyarakat.

 

Kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Museum Penerangan Komdigi Rizki Andono Prakoso dengan Kepala Museum Balai Kirti Linda Siagian di Museum Balai Kirti, Bogor, Selasa (6/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, Rizki didampingi Kasubtim Layanan Publik Vetri Ridha Bhineka, Kasubtim Pengelolaan Koleksi Yuri Arief Waspodo, serta sejumlah staf Museum Penerangan.

 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh kedua museum. Pembahasan mencakup peluang kolaborasi dalam pengelolaan dan pendalaman koleksi, pertukaran pengetahuan, pengembangan program edukasi, serta bentuk kerja sama strategis lainnya.

 

Rizki mengatakan, Museum Penerangan memiliki kekayaan koleksi yang merekam perjalanan komunikasi dan penyebarluasan informasi di Indonesia. Koleksi tersebut tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menyimpan pengetahuan mengenai perkembangan teknologi, media, dan cara masyarakat berkomunikasi dari masa ke masa.

“Kolaborasi antarmuseum penting untuk memperluas perspektif dan memperdalam pengetahuan yang ada di balik setiap koleksi. Museum tidak hanya menyimpan benda bersejarah, tetapi juga menyimpan cerita dan pengetahuan yang perlu terus dihidupkan dan disampaikan kepada masyarakat,” ujar Rizki.

 

Menurut Rizki, kerja sama dengan Museum Balai Kirti dapat menjadi ruang bagi kedua institusi untuk saling memperkaya perspektif dalam pengelolaan museum. Museum Penerangan juga terbuka untuk berbagi pengalaman mengenai koleksi dan sejarah komunikasi Indonesia yang dimiliki kepada masyarakat melalui berbagai program kolaboratif.

“Yang ingin kami bangun bukan sekadar kegiatan bersama, tetapi kolaborasi yang memberikan nilai tambah bagi kedua museum dan masyarakat. Dengan saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, kita dapat menghadirkan museum yang semakin relevan dengan kebutuhan publik,” kata Rizki.

 

Linda menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Museum Balai Kirti dan Museum Penerangan selanjutnya akan mengidentifikasi bentuk kolaborasi yang dapat diwujudkan, baik dalam pendalaman dan pengembangan koleksi maupun program strategis lainnya.

 

Rizki berharap kolaborasi tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama jangka panjang yang memperkuat posisi museum sebagai ruang pengetahuan publik. “Museum harus terus hadir sebagai ruang yang hidup, tempat masyarakat bukan hanya melihat sejarah, tetapi juga memahami bagaimana sejarah tersebut membentuk Indonesia hari ini dan masa depan,” ujarnya.

Bagikan:
Berita Terkait