Workshop Kepenulisan “Semangat Pers di Era Digital” Perkuat Literasi Digital dan Pemahaman Jurnalisme Damai

13 May 2026
Workshop Kepenulisan “Semangat Pers di Era Digital” Perkuat Literasi Digital dan Pemahaman Jurnalisme Damai

Monumen Pers Nasional bersama Tim Magang Kehumasan Naravia Universitas Sebelas Maret menyelenggarakan Workshop bertema “Semangat Pers di Era Digital” sebagai upaya meningkatkan kemampuan kepenulisan sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 di Monumen Pers Nasional, Surakarta.

 


Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap produksi dan distribusi informasi secara signifikan. Arus informasi yang cepat dan masif membuat setiap individu kini tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga produsen konten. Namun, kemudahan tersebut tidak selalu diimbangi dengan kemampuan menulis yang baik maupun pemahaman literasi digital yang memadai. Akibatnya, banyak informasi yang beredar tidak terstruktur, kurang komunikatif, bahkan berpotensi menimbulkan misinformasi dan hoaks.

 


Di sisi lain, nilai-nilai dasar pers seperti akurasi, tanggung jawab, dan etika komunikasi semakin diuji di era digital. Praktik penulisan yang cenderung instan dan berorientasi pada perhatian (attention-driven) seringkali mengabaikan kualitas isi serta aspek etis dalam penyampaian informasi. Kondisi ini turut diperparah dengan rendahnya kemampuan masyarakat dalam membedakan informasi faktual, opini, maupun informasi yang menyesatkan.

 


Berangkat dari kondisi tersebut, Workshop “Semangat Pers di Era Digital” hadir sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan menulis yang komunikatif dan menarik, tetapi juga menanamkan pemahaman kritis serta kesadaran etika dalam berkomunikasi di ruang digital.

 


Kegiatan workshop dilaksanakan dalam bentuk seminar tatap muka dengan penyampaian materi secara komprehensif oleh praktisi dari Monumen Pers Nasional, dilanjutkan dengan sesi pelatihan, diskusi, dan tanya jawab interaktif. Narasumber kegiatan ini adalah Lazuardi Pratama yang membawakan materi bertajuk “Menulis Kritis, Menjaga Harmoni: Jurnalisme Damai untuk Penyelesaian Konflik”.

 

Dalam pemaparannya, Lazuardi Pratama menjelaskan pentingnya penerapan prinsip-prinsip jurnalisme damai di era digital. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dan teknik praktis dalam menyusun tulisan yang berimbang, mengedepankan keberagaman suara, menggunakan pilihan kata yang tidak provokatif, menyoroti solusi dan upaya rekonsiliasi, serta melakukan verifikasi secara menyeluruh terhadap akar permasalahan suatu konflik. Selain itu, peserta diberikan pelatihan menulis dengan praktik mengubah berita konflik menjadi narasi damai yang lebih konstruktif, informatif, dan mendorong harmoni sosial.

 


Melalui kegiatan ini, Monumen Pers Nasional berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat semakin memahami pentingnya literasi digital, kemampuan menulis yang bertanggung jawab, serta nilai-nilai etika pers dalam menghadapi tantangan komunikasi di era digital. Workshop ini juga menjadi bagian dari komitmen Monumen Pers Nasional dalam menghadirkan ruang edukasi publik yang relevan, adaptif, dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Bagikan:
Berita Terkait
Beri Masukan Anda
Apakah anda memiliki masukan, pertanyaan, atau keluhan terhadap pelayanan website kami?