Surakarta, 23 September 2026 — Monumen Pers Nasional menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) sebagai ruang komunikasi dua arah antara penyelenggara pelayanan dengan masyarakat dan pemangku kepentingan. Kegiatan yang berlangsung di Monumen Pers Nasional, Surakarta, Rabu (23/9/2026), ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan pengembangan pelayanan publik agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Forum Konsultasi Publik diikuti oleh berbagai unsur, antara lain perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital, instansi pemerintah daerah, pengelola museum, akademisi, komunitas, media, mitra kerja sama, serta pengguna layanan Monumen Pers Nasional. Pelibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting untuk menghimpun saran, masukan, dan pengalaman masyarakat terhadap layanan yang diberikan.
Kepala Monumen Pers Nasional, Widodo Hastjaryo, menyampaikan bahwa standar pelayanan perlu terus dievaluasi untuk menjaga kualitas pelayanan. Melalui Forum Konsultasi Publik, masyarakat dan pengguna layanan diberikan ruang untuk menyampaikan masukan sehingga pengembangan pelayanan dapat dilakukan secara lebih terbuka dan partisipatif.
Dalam forum tersebut, peserta juga memperoleh pemaparan mengenai praktik pelayanan prima dari Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, serta dari Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Pemaparan menjadi bahan pembelajaran dalam melihat pengembangan pelayanan, keterlibatan publik, transformasi digital, serta upaya membangun budaya pelayanan yang berorientasi pada pengguna.
Pada sesi pembahasan layanan Monumen Pers Nasional, peserta menyampaikan sejumlah masukan, salah satunya terkait layanan perpustakaan. Meningkatnya jumlah pengguna menyebabkan kebutuhan ruang menjadi salah satu perhatian. Peserta mengusulkan agar keberadaan ruang alternatif, seperti Ruang Kemala, lebih diinformasikan kepada pengunjung ketika ruang perpustakaan utama sedang penuh. Selain itu, muncul masukan mengenai cakupan keanggotaan perpustakaan agar dapat mengakomodasi masyarakat dari luar wilayah Surakarta dan sekitarnya.
Peserta juga memberikan perhatian terhadap pengembangan Layanan Alih Media Arsip Pribadi “Lamar Si Momon”. Layanan tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melakukan alih media di Monumen Pers Nasional terhadap sejumlah arsip pribadi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam diskusi, muncul pula masukan mengenai pentingnya pelibatan komunitas serta perhatian terhadap aspek ahli waris dalam pengembangan layanan alih media arsip pribadi.
Sementara itu, keberlanjutan program Duta Monumen Pers turut menjadi bahan diskusi. Peserta mengusulkan adanya kegiatan lanjutan yang dapat membantu para duta mengenal sejarah Monumen Pers Nasional secara lebih mendalam. Monumen Pers Nasional juga menyampaikan bahwa para duta telah dilibatkan dalam sejumlah kegiatan dan ke depan dapat terus diberikan ruang untuk mendukung berbagai program Monumen Pers Nasional.
Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Monumen Pers Nasional dalam mengembangkan pelayanan. Hal ini mencakup penguatan layanan perpustakaan, layanan alih media arsip pribadi, pelibatan komunitas, serta pengembangan program yang melibatkan masyarakat. Melalui Forum Konsultasi Publik, Monumen Pers Nasional berkomitmen untuk terus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Masukan yang diperoleh akan menjadi bagian dari proses evaluasi dan penyempurnaan Standar Pelayanan sebelum ditetapkan dan dipublikasikan.
Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara, dokumentasi, serta pengisian survei kepuasan oleh peserta. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan penghargaan pelayanan publik terbaik kepada Rista Ayu Cahyaning Ratri. Forum Konsultasi Publik ini menjadi salah satu bentuk komitmen Monumen Pers Nasional untuk menghadirkan pelayanan publik yang terbuka terhadap masukan, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, serta terus dikembangkan melalui komunikasi dan kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.