Revitalisasi Sekolah Pacu Prestasi Siswa di Kupang

21 July 2026
Revitalisasi Sekolah Pacu Prestasi Siswa di Kupang

Kupang, 21 Juli 2026 – Program Revitalisasi Pendidikan mulai menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pembelajaran di SD Inpres Naimata, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain mengakhiri sistem belajar tiga shift yang berlangsung selama bertahun-tahun, program ini juga mendorong peningkatan prestasi sekolah sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan pendidikan yang lebih layak. Kepala SD Inpres Naimata Martinus Klau mengatakan sekolah kini menargetkan masuk 75 besar hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Kota Kupang setelah fasilitas belajar mengalami peningkatan signifikan.

 

"Tahun lalu nilai TKA kami berada di peringkat 113 dari lebih 200 sekolah dasar di Kota Kupang. Kami sudah menandatangani komitmen bersama Dinas Pendidikan untuk meningkatkan prestasi dan menargetkan masuk 75 besar karena sekarang fasilitas belajar sudah jauh lebih baik," ujar Martinus saat menerima kunjungan 15 jurnalis media nasional dan lokal dalam Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Selasa (21/7/2026).

 

Selama bertahun-tahun, keterbatasan ruang kelas membuat sekolah menerapkan tiga shift pembelajaran sehingga waktu belajar menjadi singkat dan proses belajar mengajar kurang optimal. Melalui Program Revitalisasi Pendidikan, SD Inpres Naimata kini memiliki 12 ruang kelas baru, satu ruang administrasi, serta fasilitas pendukung yang memungkinkan seluruh 539 siswa belajar pada pagi hari. Perubahan tersebut turut dirasakan para siswa. Adiba Shakila Ramadhani, siswi kelas VI, mengaku suasana belajar kini jauh lebih nyaman.

 

"Dulu pulangnya hampir jam enam sore. Capek sekali. Sekarang sekolah pagi, jadi lebih semangat belajar. Tidak bocor lagi kalau hujan, tidak berdebu, dan sekolah jadi lebih nyaman," katanya. Ia berharap pemerintah terus melengkapi fasilitas sekolah, termasuk Papan Interaktif Digital (PID) dan akses internet agar proses belajar semakin menarik.

 

Pada kesempatan yang sama, Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Khamim menambahkan Kota Kupang telah memiliki Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan dasar sebesar 107,5 persen atau melampaui rata-rata nasional. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan mutu pembelajaran.

 

"Mutu pendidikan tidak hanya ditentukan gedung yang bagus, tetapi juga proses pembelajaran yang berkualitas. Karena itu revitalisasi fisik harus berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi guru dan pemanfaatan teknologi," ujarnya.

 

Perubahan juga terjadi di SMA 8 Kupang. Kepala SMA Negeri 8 Kota Kupang, Semuel Djami Riwu, mengatakan sekolah menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,2 miliar yang digunakan untuk membangun empat ruang kelas baru dan dua unit toilet.


"Kami sangat bersyukur sekali dengan bantuan dari pemerintah melalui program revitalisasi. Mudah-mudahan ke depannya masih ada bantuan lagi karena memang kami masih kekurangan tiga ruang kelas," ujar Semuel.

 

Sebelum revitalisasi, sekolah yang memiliki lebih dari 850 siswa itu mengalami kekurangan tujuh ruang kelas. Kondisi tersebut memaksa pihak sekolah menyekat aula menjadi tiga ruang belajar serta mengalihfungsikan laboratorium biologi, laboratorium kimia, dan laboratorium komputer sebagai ruang kelas. Perubahan fasilitas turut dirasakan langsung oleh para siswa. Siswi kelas XII, Nonia, mengaku kondisi belajar kini jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya ketika satu ruangan digunakan oleh dua kelas dengan jumlah siswa mencapai sekitar 50 orang.

 

Sejauh ini, pemerintah terus memperluas Program Revitalisasi Pendidikan pada 2026 dengan sasaran hampir 36 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Khamim menjelaskan, setelah adanya penambahan anggaran, cakupan program meningkat menjadi 16.075 satuan PAUD, 15.235 sekolah dasar, dan 4.638 sekolah menengah pertama.

 

"Program Revitalisasi Pendidikan merupakan bagian dari prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui perbaikan sarana dan prasarana sekolah. Program tersebut tidak hanya menyasar sekolah yang sudah ada, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru di daerah yang masih membutuhkan tambahan akses pendidikan," jelasnya.

 

Menurut Khamim, perluasan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan kualitas sarana dan prasarana pendidikan sekaligus mendukung transformasi pembelajaran nasional melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

 

Program revitalisasi juga memunculkan semangat gotong royong masyarakat. Ketua Komite Sekolah Cyprianus Gamar Maynar mengatakan orang tua murid bersama para pekerja bangunan berhasil mengumpulkan dana hampir Rp200 juta untuk memasang paving block seluas lebih dari 500 meter persegi di halaman sekolah yang sebelumnya berlumpur saat musim hujan dan berdebu ketika kemarau.

Bagikan:
Berita Terkait
HUT RI 81