Palembang, 14 April 2026 – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bekerja sama dengan Media Indonesia dan Dewan Pers menyelenggarakan forum diskusi Insight Talks bertajuk "Literasi Media: Cerdas di Era Kecerdasan Artifisial" di Harper Hotel Palembang. Forum ini menyoroti urgensi kesiapan industri media dalam menghadapi gelombang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang kian masif.
Regulasi dan Tata Kelola Nasional
Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial.
Pemerintah saat ini tengah mematangkan instrumen regulasi berupa Peraturan Presiden tentang kecerdasan artifisial. "Langkah strategis ini diambil untuk menciptakan kerangka tata kelola nasional yang tidak hanya mendorong inovasi, tetapi juga menjamin pengembangan teknologi yang etis, transparan, dan akuntabel", ungkap Dewi.
Menjaga Marwah Jurnalistik di Era Automasi
Di tengah transformasi digital, Komdigi mengingatkan bahwa adopsi AI dalam industri media tidak boleh mengabaikan nilai-nilai dasar jurnalistik. Terdapat dua tantangan utama yang menjadi fokus perhatian yaitu adopsi AI secara bertanggung jawab dan prinsip transparansi pemanfaatan AI. Pemanfaatan AI diposisikan sebagai alat bantu untuk memperkuat riset dan produktivitas redaksi tanpa mengorbankan etika profesi dan publik memiliki hak fundamental untuk mengetahui apakah sebuah konten diproduksi secara organik oleh manusia atau melalui bantuan AI.
"AI boleh menjadi alat untuk mempercepat kerja redaksi, tetapi nurani, empati, dan verifikasi tetaplah menjadi domain mutlak seorang jurnalis," tegas Farida Dewi Maharani.
Sinergi Etika dan Efisiensi
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi Kemitraan Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, menekankan bahwa perkembangan teknologi harus diimbangi dengan tanggung jawab moral dalam penyebaran informasi.
Dari sisi praktisi, Direktur Pemberitaan Media Indonesia, Abdul Kohar, memaparkan tantangan media dalam mengintegrasikan AI secara positif. Meskipun AI mampu meningkatkan efisiensi kerja secara signifikan, implementasinya wajib berjalan beriringan dengan prinsip independensi, akurasi, dan verifikasi berita yang ketat.
Penguatan Kapasitas SDM
Sebagai upaya nyata peningkatan literasi digital, kegiatan ini juga menghadirkan sesi praktis mengenai pemanfaatan alat AI untuk produktivitas digital yang dipandu oleh pakar AI, Septa Ryan Hidayat.
Melalui inisiatif ini, Komdigi berkomitmen mendorong masyarakat dan insan pers untuk bersikap kritis serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan AI, guna memastikan ekosistem informasi yang sehat dan kredibel di masa depan.