Brebes (3/6) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Pemkab Brebes menggelar pertunjukan rakyat Wayang Golek Santri di Lapangan Desa Parereja untuk mengedukasi warga. Kolaborasi ini memadukan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan aturan perlindungan anak di ruang siber melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 (PP TUNAS). Langkah kreatif berbasis budaya Sunda dan Jawa ini diambil demi mencetak generasi tangguh, sehat, dan aman dari paparan konten digital berbahaya menuju Indonesia Emas 2045.

Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmennya untuk menjaga masa depan digital anak Indonesia melalui penegakan regulasi yang ketat di platform sosial media. Direktur Komunikasi Publik Komdigi, Nunik Purwanti, menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Komdigi menuntut tanggung jawab platform besar seperti TikTok, Instagram, Facebook, X, hingga Bigo Live untuk memperketat batasan usia pengguna. "Melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Bapak Presiden, kita kuatkan tubuh anak Indonesia. Sementara melalui PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS (Tunggu Anak Siap), kita lindungi masa depan digital mereka," ujar Nunik dalam sambutannya.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, S.E., mengapresiasi terobosan ini karena dinilai efektif menyentuh masyarakat Parareja melalui aksi dalang Ki Haryo Susilo Entus. Wurja mengingatkan pentingnya peran aktif lingkungan terdekat dalam membentengi moral dan keselamatan anak di era modern. "Anak-anak kita hari ini tidak hanya bermain di halaman rumah, tapi juga di ruang maya. Di sinilah peran penting kita sebagai orang tua, guru, dan masyarakat untuk mendampingi agar mereka aman dan bijak menggunakan teknologi," tutur Wurja.
Dari sisi kesehatan, Tim Pokja Promosi Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi, menjelaskan bahwa Program MBG untuk menjamin komposisi minimal untuk pemenuhan gizi anak mulai dari 1000 hari pertamanya. "Masa krusial kesehatan anak dimulai dari dalam kandungan hingga kurang lebih usia 3 tahun. Untuk itu MBG memberikan paling tidak tiga komposisi dalam makanan yaitu karbohidrat, protein, dan serat," tukas Teguh.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, pengawasan gawai dan pemenuhan gizi dari meja makan keluarga diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus mengawal momentum ini demi mewujudkan generasi emas yang tangguh di era digital.