Tekan Stunting dan Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemkomdigi Gelar MBG Goes to School

01 January 1970
Tekan Stunting dan Lindungi Anak di Ruang Digital, Kemkomdigi Gelar MBG Goes to School

Talkshow: Makan Bergizi, Hak Anak Indonesia

Jakarta – Upaya mendorong lahirnya Generasi Emas 2045 sekaligus menekan angka stunting terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Goes to School yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital di Pondok Pesantren Darul Falah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kegiatan ini tidak hanya mengedukasi para santri tentang pentingnya asupan gizi seimbang bagi pertumbuhan anak, tetapi juga menjadi momentum pengenalan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 yang diluncurkan pada hari yang sama oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat, Bayu Rakhmana, mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Goes to School di Kabupaten Bandung Barat. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pemenuhan hak gizi anak.

“Program ini bertujuan mulia untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kita semua tentang betapa pentingnya pemenuhan hak anak atas gizi yang seimbang”, jelasnya.

Menurut Bayu, upaya mewujudkan Generasi Emas tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik melalui pemenuhan gizi yang cukup. Pemerintah juga berkomitmen menjaga kesehatan mental anak, salah satunya melalui pengaturan penggunaan media sosial bagi anak.

Satu tahun setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PSE) Dalam Pelindungan Anak (PP Tunas), Kementerian Komunikasi dan Digital mengambil langkah lanjutan dengan menerbitkan aturan baru.

Plt. Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital, Marroli Jeni Indarto, menjelaskan bahwa melalui Peraturan Menteri Komdigi Nomor 9 Tahun 2026, pemerintah menetapkan anak di bawah usia 16 tahun tidak lagi diperbolehkan memiliki akun pada platform digital berisiko tinggi.

“Kami memahami langkah ini mungkin menimbulkan ketidaknyamanan di awal. Namun pemerintah tidak bisa tinggal diam ketika masa depan anak-anak dipertaruhkan. Pemerintah harus memastikan tanggung jawab perlindungan anak berada pada platform yang mengelola ruang digital, sehingga orang tua tidak harus menghadapi tantangan ini sendirian”, ujarnya pada ratusan anak santri Darul Falah yang hadir dalam giat tersebut.

Sementara itu, Program MBG sendiri telah menjangkau wilayah Bandung Barat sejak tahun lalu. Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Anyelir Puspa Kemala, menjelaskan berbagai langkah yang dilakukan untuk memastikan anak-anak mendapatkan akses makanan bergizi.

“MBG bertujuan untuk memastikan setiap anak sekolah mendapatkan asupan protein dan vitamin yang memadai untuk menunjang pertumbuhan fisik serta kecerdasan kognitif mereka. Menu yang disajikan telah melalui standarisasi ahli gizi dengan memanfaatkan komoditas keanekaragaman hayati” tukasnya.

Penata Kelola Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Rita Kartika, turut menjelaskan komposisi makanan sehat dalam program MBG. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara makanan pokok, sayur, dan lauk-pauk.

“Dua pertiga MBG harus mengandung makanan pokok dan sayur, sepertiganya lauk-pauk. Bila tidak sesuai itu, kita dapat protes”, ujar Rita sambil meminta anak-anak tetap kritis dengan MBG yang diterimanya

Selain edukasi gizi, kegiatan MBG Goes to School juga diramaikan dengan lomba memasak yang diikuti para santri Pondok Pesantren Darul Falah. Melalui lomba tersebut, para peserta ditantang untuk berkreasi membuat hidangan bergizi dari bahan-bahan sederhana.

Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan pemahaman sejak dini tentang pentingnya kecukupan nilai gizi dalam konsumsi sehari-hari, sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat bagi generasi muda.

Bagikan:
Berita Terkait
Beri Masukan Anda
Apakah anda memiliki masukan, pertanyaan, atau keluhan terhadap pelayanan website kami?