Rubika Goes to Campus: Komdigi Ajak Ratusan Mahasiswa FPEB UPI Bandung Melek Investasi Sejak Dini

03 September 2026
Rubika Goes to Campus: Komdigi Ajak Ratusan Mahasiswa FPEB UPI Bandung Melek Investasi Sejak Dini

BANDUNG, 2 September 2026 – Direktorat Komunikasi Publik, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Ditjen KPM), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar talk show “Ruang Bicara Kita” (Rubika) bertajuk “Mahasiswa Melek Investasi” di Auditorium Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Rabu (2/9/2026). Kegiatan yang merupakan bagian dari program Rubika Goes to Campus ini diikuti oleh sekitar 350 mahasiswa dari Program Studi Manajemen, Akuntansi, serta Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam, serta secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting dan YouTube Ditjen Komunikasi Publik dan Media.

 

Kegiatan ini digagas untuk menjawab tantangan literasi keuangan di kalangan generasi muda. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2025, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia baru mencapai 66,46 persen. Di tengah derasnya arus informasi keuangan dan investasi di media sosial, kondisi ini membuka celah bagi maraknya penawaran investasi ilegal atau bodong, penipuan finansial, serta informasi keuangan yang menyesatkan, dengan mahasiswa sebagai salah satu kelompok yang paling aktif di ruang digital kerap menjadi target utama.

 

Direktur Komunikasi Publik, Nunik Purwanti, dalam sambutannya menekankan bahwa media sosial saat ini bukan lagi sekadar ruang berbagi cerita, melainkan juga telah menjadi salah satu sumber informasi utama bagi generasi muda, termasuk dalam urusan keuangan dan investasi. Kemudahan akses tersebut, menurutnya, membawa peluang besar bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian finansial sejak dini, namun juga menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi terhadap risiko yang menyertainya.

 

“Kenalilah produk-produk investasi sebelum memutuskan, pahami risikonya, dan jangan mudah percaya atau tergoda oleh janji keuntungan instan yang ditawarkan investasi bodong,” ujar Nunik saat membuka acara. Ia menambahkan, Direktorat Komunikasi Publik berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang edukasi serupa di berbagai kampus di Indonesia guna membangun generasi muda yang melek finansial.

 

Visi tersebut diperkuat oleh Wakil Dekan FPEB UPI, Prof. Dr. Henny Mulyani, yang memposisikan institusi akademik sebagai kawah candradimuka bagi pembentukan karakter intelektual. Menekankan mahasiswa harus bertransformasi menjadi pemberi solusi (problem solver) bagi masyarakat. Mengingat data dari otoritas keuangan menunjukkan bahwa literasi masyarakat masih perlu ditingkatkan, para lulusan universitas diharapkan menjadi garda terdepan yang mengedukasi lingkungan sekitarnya agar tidak terjebak dalam jeratan pinjaman daring ilegal yang kian meresahkan.

 

Diskusi Menarik Bersama Mahasiswa Tentang Investasi dan Finansial

 

Talk show menghadirkan tiga narasumber, yaitu Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Denny Ridwan; Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Sumber Daya FPEB UPI sekaligus dosen, Dr. Tony Heriana; serta Certified Financial Planner dari Finante, Rahma Tejawati.

 

 

Denny Ridwan memaparkan peluang investasi pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN), khususnya Sukuk Ritel seri SR025 yang masa penawarannya berlangsung mulai 12 Agustus hingga 16 September 2026. Ia menjelaskan instrumen ini dapat diakses mulai dari Rp1 juta, memperoleh opini syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN), serta dijamin oleh negara sehingga risiko gagal bayarnya mendekati nol. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memahami tiga jenis risiko investasi, yaitu risiko gagal bayar, risiko likuiditas, dan risiko pasar, sebelum memilih instrumen yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

 

“Kalau kita berinvestasi di sukuk ritel, kita tidak hanya mendapatkan manfaat finansial, tapi juga berkontribusi terhadap pembangunan negara,” ujar Denny, seraya mengajak mahasiswa untuk mulai dari instrumen yang aman sebelum beranjak ke instrumen berisiko lebih tinggi.

 

Sementara itu, Dr. Tony Heriana mengajak mahasiswa untuk mulai membangun kemandirian finansial melalui side hustle atau penghasilan sampingan sejak masih berkuliah, tanpa mengabaikan tugas utama sebagai pembelajar. Ia membagikan pengalaman pribadinya membangun berbagai pekerjaan sampingan sejak duduk di bangku kuliah, sekaligus mendorong mahasiswa memanfaatkan platform seperti Fastwork dan Jobstreet untuk menekuni pekerjaan lepas sesuai minat, misalnya sebagai content creator, virtual assistant, maupun tutor daring.

 

“Jangan menunggu lulus untuk mulai menghasilkan. Mulailah dari apa yang bisa kamu lakukan hari ini,” pesan Tony, yang juga mengajak mahasiswa menghindari sikap FOMO (Fear Of Missing Out) dan lebih mengutamakan JOMO (joy of missing out) dalam mengelola keuangan.

 

Adapun Rahma Tejawati mengulas pentingnya penyusunan anggaran (budgeting) yang realistis, kepemilikan dana darurat yang mudah dicairkan, serta pemanfaatan instrumen likuid seperti reksa dana pasar uang dan emas digital untuk kebutuhan jangka pendek. Ia juga menyarankan mahasiswa mengevaluasi pos-pos pengeluaran terlebih dahulu sebelum mencari penghasilan tambahan, serta lebih mengutamakan side hustle dibandingkan berutang ketika menghadapi tekanan keuangan.

 

Selain pemaparan materi, acara diisi dengan sesi tanya jawab interaktif serta beberapa permainan edukatif seputar kebiasaan menabung dan investasi. Seluruh peserta juga diwajibkan mengisi pre-test dan post-test sebagai syarat memperoleh sertifikat kegiatan.

 

Dalam sesi penutup, ketiga narasumber sepakat mengajak mahasiswa untuk mulai menabung dan berinvestasi sejak dini, tidak mudah insecure terhadap kondisi keuangan pribadi, serta berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan literasi keuangan di lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Rubika Goes to Campus yang akan terus dilanjutkan Direktorat Komunikasi Publik Komdigi di berbagai kampus di Indonesia sebagai upaya bersama membangun generasi muda yang cerdas dan kritis secara finansial.

 

Tentang Rubika (Ruang Bicara Kita)

 

Rubika adalah program talk show interaktif yang digagas Direktorat Komunikasi Publik, Ditjen Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital, sebagai ruang diskusi publik yang edukatif, komunikatif, dan kontekstual bagi generasi muda. Melalui program Rubika Goes to Campus, kegiatan ini menyasar mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas isu-isu aktual, termasuk literasi keuangan dan investasi.

Bagikan:
Berita Terkait