Jakarta, 25 Juni 2026 – Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA resmi membuka Pameran Foto Jurnalistik “Perisai Tunas” di ANTARA Heritage Center (AHC), Pasar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026). Pameran yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 ini menjadi ruang visual untuk merekam sekaligus menyampaikan kepada publik berbagai perubahan sosial setelah diberlakukannya Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).
Pameran tersebut menampilkan 45 foto tunggal dan tiga rangkaian foto cerita yang menggambarkan dinamika pelindungan anak di ruang digital, mulai dari meningkatnya kesadaran masyarakat, upaya pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah, hingga langkah-langkah awal platform digital dalam menyesuaikan layanannya agar lebih aman bagi anak.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, yang hadir meninjau langsung pameran, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ANTARA dalam menghadirkan medium visual yang dinilai efektif untuk memperkuat pemahaman publik terhadap isu pelindungan anak di era digital.

“Pameran visual semacam ini amat penting karena mampu menunjukkan perubahan faktual yang terjadi di masyarakat. Kami menyaksikan adanya peningkatan kepedulian publik dan sejumlah langkah penyesuaian di sekolah dalam membatasi penggunaan gawai pada jam pelajaran. Semua ini merupakan gambaran konkret bagaimana PP TUNAS mulai berdampak,” ujar Meutya.
Menurut Meutya, foto jurnalistik memiliki kekuatan untuk menerjemahkan kebijakan ke dalam gambaran yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, kehadiran Pameran Foto Jurnalistik Perisai Tunas dinilai penting sebagai sarana edukasi publik, sekaligus pengingat bahwa pelindungan anak di ruang digital membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Meutya juga menyampaikan bahwa implementasi PP TUNAS mulai menunjukkan perkembangan. Hingga Juni 2026, sebanyak 4,7 juta akun anak telah dinonaktifkan oleh platform digital sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan pelindungan anak di ruang digital. Rinciannya, TikTok menonaktifkan 4,1 juta akun dan YouTube sekitar 600 ribu akun.
Selain itu, sekitar 200 platform digital telah menyampaikan self assessment kepada pemerintah. Saat ini, pemerintah tengah mengevaluasi profil risiko masing-masing platform untuk memastikan ruang digital yang lebih aman bagi anak.

Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Beni Siga Butarbutar, menegaskan bahwa penyelenggaraan pameran ini merupakan bentuk komitmen ANTARA sebagai kantor berita nasional untuk turut mengawal penyebarluasan nilai-nilai pelindungan anak secara berkelanjutan.
“Hari ini ANTARA menggelar pameran foto untuk membuktikan bahwa melalui gambar, kami dapat menjadi alat bagi negara dalam menyosialisasikan kebijakan PP TUNAS. Ke depannya, kami akan memperluas pemberitaan mengenai upaya Indonesia dalam menjaga generasi penerusnya,” ujar Beni.
Ia menambahkan, ANTARA memandang pameran ini bukan sekadar ruang apresiasi karya jurnalistik, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pelindungan anak di ruang digital merupakan agenda bersama.
“Kami melihat hari ini sebagai bagian dari upaya menjadi kepanjangan tangan negara. Sebagai kantor berita yang memiliki jangkauan internasional, ANTARA akan terus menggencarkan pemberitaan tentang PP TUNAS,” tambahnya.

Menutup kunjungannya, Meutya menegaskan bahwa keberhasilan implementasi PP TUNAS tidak dapat bertumpu pada regulasi semata, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, platform digital, media, orang tua, hingga masyarakat luas.
“Pelaksanaan PP TUNAS secara menyeluruh membutuhkan kerja sama semua pihak. Dukungan rakyat, peran aktif orang tua, andil media, serta komitmen tetap dari platform digital merupakan faktor penentu. Regulasi hanyalah titik awal; gerakan bersama yang akan mengubahnya menjadi kebiasaan,” tandasnya.
Pameran Foto Jurnalistik "Perisai Tunas" dibuka untuk umum setiap hari hingga 10 Juli 2026, pukul 09.00–21.00 WIB, di ANTARA Heritage Center, Pasar Baru, Jakarta Pusat.