Bukan Sekadar Kentongan, Ada Cerita Gerakan Pangan di Baliknya

23 September 2026
Bukan Sekadar Kentongan, Ada Cerita Gerakan Pangan di Baliknya

Ketika mendengar kata kentongan, mungkin yang terbayang adalah bunyi pukulan pada kayu yang digunakan sebagai tanda untuk mengumpulkan warga. Sebelum berbagai teknologi komunikasi berkembang seperti sekarang, kentongan menjadi salah satu alat yang digunakan masyarakat untuk menyampaikan pesan. Bunyi yang dihasilkan dapat menjadi penanda suatu kejadian sekaligus mengajak warga berkumpul dalam sebuah kegiatan.

 

Namun, sebuah kentongan yang tersimpan di Museum Penerangan menyimpan cerita yang lebih dari sekadar alat komunikasi. Kentongan Gagarancah merupakan koleksi yang digunakan di Nusa Tenggara Barat pada 1981 untuk mengumpulkan masyarakat dalam pencanangan Gerakan Gagarancah atau biasa disebut Gogo Rancah, dan pernah digunakan oleh Presiden Soeharto. Dari benda sederhana inilah, tersimpan cerita tentang sebuah gerakan yang berkaitan dengan upaya pemenuhan kebutuhan pangan pada masa itu.

 

Lantas, apa yang dimaksud dengan Gerakan Gogo Rancah?

 

Gagarancah atau Gogo Rancah merupakan sistem bercocok tanam dengan cara menebarkan biji padi secara langsung di lahan. Cara ini dapat diterapkan pada sawah tadah hujan maupun tegal dan menjadi salah satu upaya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Penerapannya menunjukkan bagaimana sektor pertanian pada masa itu terus didorong untuk memanfaatkan kondisi lahan yang tersedia agar tetap dapat menghasilkan pangan.

 

Pangan sendiri bukanlah persoalan yang berdiri jauh dari kehidupan masyarakat. Ketersediaan pangan selalu berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari dan kondisi masyarakat pada setiap zamannya. Karena itu, cara memenuhi kebutuhan pangan pun dapat berubah mengikuti tantangan, kondisi, dan kebutuhan yang dihadapi.

 

Jika pada masa Gogo Rancah perhatian diarahkan pada bagaimana lahan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan, pembicaraan mengenai pangan saat ini memiliki ruang yang lebih luas. Tidak hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga bagaimana pangan dapat mendukung kebutuhan gizi masyarakat. Salah satunya terlihat dari hadirnya berbagai kebijakan dan program pangan pada masa kini, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang mulai dijalankan secara nasional sejak 2025.

 

Perbedaan konteks tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap pangan terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Jika pada masa Gogo Rancah fokusnya adalah mendorong pemanfaatan lahan untuk menghasilkan pangan, kini upaya pemenuhan pangan juga hadir melalui berbagai program yang memperhatikan kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

 

Dalam Gogo Rancah, kentongan menjadi bagian dari cara menyampaikan pesan kepada masyarakat. Pada masa ketika perangkat komunikasi belum berkembang seperti saat ini, kentongan menjadi salah satu sarana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Suaranya dapat menjangkau lingkungan sekitar dan menjadi tanda bagi warga untuk berkumpul atau memperhatikan suatu kegiatan.

 

Hari ini, cara menyampaikan informasi mengenai berbagai program publik tentu telah berubah. Pesan dapat disampaikan melalui televisi, radio, media cetak, situs web, hingga media sosial dan berbagai platform digital. Perubahan tersebut membuat informasi mengenai pangan dan berbagai upaya pemenuhannya dapat menjangkau masyarakat melalui cara yang jauh berbeda dibandingkan ketika kentongan masih menjadi salah satu sarana komunikasi di tengah masyarakat.

 

Dari sini, Kentongan Gagarancah tidak hanya menarik dilihat sebagai sebuah benda bersejarah. Koleksi ini memperlihatkan pertemuan antara komunikasi, pertanian, dan kebutuhan pangan dalam satu peristiwa. Sebuah gerakan di bidang pertanian membutuhkan cara untuk menyampaikan pesan, sementara masyarakat membutuhkan informasi untuk memahami apa yang sedang dilakukan di lingkungan mereka.

 

Melihat kentongan tersebut hari ini, kita mungkin hanya melihat sebuah benda berbahan kayu. Namun, di baliknya tersimpan cerita tentang masyarakat yang berkumpul, sebuah gerakan di bidang pertanian, serta kebutuhan pangan yang menjadi bagian dari kehidupan pada masanya.

 

Dari bunyi kentongan yang mengundang warga untuk berkumpul, hingga informasi yang kini hadir melalui berbagai media, setiap zaman memiliki cara sendiri untuk menghubungkan masyarakat dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan mereka. Dapat kita lihat bahwa komunikasi tidak hanya tentang menyampaikan informasi. Melainkan juga menjadi penghubung antara masyarakat, sebuah gerakan, dan kebutuhan yang terus berkembang dari satu zaman ke zaman berikutnya. 

Bagikan:
Berita Terkait