PERAN PERS DAN MEDIA INFORMASI DALAM MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP MATA UANG

10 February 2026
PERAN PERS DAN MEDIA INFORMASI DALAM MENUMBUHKAN KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP MATA UANG

Sejak awal abad ke-20, pers di Hindia Belanda berperan penting dalam membentuk cara masyarakat memahami dunia ekonomi. Surat kabar menjadi ruang tempat publik berkenalan dengan konsep uang kertas, sistem perbankan, kurs, hingga kebijakan keuangan kolonial. Melalui berita, iklan, laporan pasar, dan rubrik penjelasan, pers perlahan membangun pengetahuan sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap uang sebagai alat tukar, penyimpan nilai, dan penanda keteraturan ekonomi. Informasi yang berulang dan konsisten menjadikan uang bukan sekadar benda fisik, melainkan bagian dari kehidupan sosial yang dipahami bersama.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, Republik Indonesia menghadapi tantangan membangun kepercayaan publik terhadap mata uang nasional di tengah situasi politik dan ekonomi yang belum stabil. Oeang Republik Indonesia (ORI) diterbitkan sebagai alat pembayaran sah pada 30 Oktober 1946. Penerbitannya diumumkan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta melalui Radio Republik Indonesia (RRI), yang pada masa itu berfungsi sebagai salah satu media penerangan dan saluran informasi resmi negara. Siaran radio memungkinkan pesan berlakunya ORI menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan serentak.

 

Berita “Mohammad Hatta, Keloearnja Oeang Repoeblik Hari Bersedjarah: Pidato Wakil Presiden pada tanggal 29 Okt”, dalam Surat Kabar Merdeka, 31 Oktober 1946.

 

 

Peran pers cetak kemudian memperkuat informasi tersebut. Berbagai surat kabar memuat pengumuman, penjelasan, dan narasi tentang ORI. Mulai dari fungsi hukumnya sebagai alat pembayaran sah hingga maknanya sebagai simbol kedaulatan. Melalui bahasa yang dekat dengan keseharian masyarakat, pers membantu menjembatani kebijakan negara dengan pemahaman publik. Kepercayaan terhadap mata uang tidak lahir semata karena keputusan pemerintah, melainkan karena proses komunikasi terus-menerus, salah satunya melalui pers dan penerangan yang menanamkan keyakinan bahwa mata uang tersebut adalah milik dan penanda berdirinya Republik Indonesia.

Dalam perjalanan waktu, peran pers dan media informasi terus berkembang seiring perubahan teknologi dan pola konsumsi informasi. Namun esensinya tetap sama, yaitu membangun dan menjaga kepercayaan publik, salah satunya terhadap uang. Media menjadi penghubung antara otoritas keuangan dan masyarakat melalui penyampaian kebijakan moneter, penjelasan perubahan nilai tukar, hingga klarifikasi isu-isu ekonomi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Edukasi publik tentang uang, inflasi, dan stabilitas ekonomi dilakukan melalui berbagai saluran, dari cetak dan siaran hingga platform digital.

Pemahaman publik terhadap uang tidak hadir begitu saja. Semua tumbuh melalui proses komunikasi yang panjang. Dibentuk melalui paragraf di halaman koran, suara di gelombang radio, dan berbagai media informasi lainnya. Dalam setiap perubahan, krisis, maupun kebijakan baru, pers selalu memegang peran penting dalam membantu masyarakat memahami nilai, fungsi, dan legitimasi uang sebagai bagian dari kehidupan bersama. (AP)

 

 

Referensi:

Baroroh, S. N. (2012). Pemberlakuan “Oeang Republik Indonesia” dan Pengaruhnya Dalam Bidang Politik dan Ekonomi. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Hanggoro, H. T. (2020, Agustus 17). ORI, Uang Perjuangan dan Persatuan. Retrieved from Historia: https://www.historia.id/article/ori-uang-perjuangan-dan-persatuan-dnoro

Rifky, M. (2024). Kebijakan Penggunaan Oeang Republik Indonesia Tahun 1946. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Rizal, J. G. (2020, Oktober 30). Hari Ini dalam Sejarah: Oeang Republik Indonesia Resmi Jadi Alat Pembayaran. Retrieved from Kompas: https://www.kompas.com/tren/read/2020/10/30/093000365/hari-ini-dalam-sejarah--oeang-republik-indonesia-resmi-jadi-alat-pembayaran

Bagikan:
Berita Terkait
Beri Masukan Anda
Apakah anda memiliki masukan, pertanyaan, atau keluhan terhadap pelayanan website kami?