Jejak Keberanian R. Darmosoegito Melawan Penindasan Melalui Tulisannya

26 January 2026
Jejak Keberanian R. Darmosoegito Melawan Penindasan Melalui Tulisannya

Rasa senasib yang dirasakan R. Darmosoegito membuatnya tergerak untuk turut andil dalam aksi protes terhadap kebijakan kolonial yang semena-mena. Melalui tulisan-tulisannya, Darmosoegito menyoroti pesan tajam dengan tujuan perbaikan kebijakan kolonial dan menyoroti penderitaan rakyat kecil. Ia memiliki keyakinan bahwa setiap kalimat yang ditulisnya dapat menjadi pelita harapan bagi mereka yang terjebak dalam kegelapan penindasan. Melalui surat kabar yang dipimpinnya, ia menyuarakan aspirasi kaum marjinal dan memperjuangkan hak-hak mereka.

 

Lahir di Demak pada 5 Juni 1892, R. Darmosoegito bukan sekadar nama dalam deretan sejarah pers Indonesia, ia adalah wujud dari tekad dan  keberanian. Darmosoegito adalah guru sekaligus wartawan yang menjadikan tulisan sebagai senjata melawan ketidakadilan. Keberaniannya dalam mengkritis suatu peristiwa dengan dilengkapi oleh bukti yang akurat, menjadikan ia masuk ke dalam sebelas perintis Pers Indonesia.

 

Keberanian Darmosoegito sering kali membuatnya berhadapan langsung dengan pihak berwenang, tetapi hal ini tidak menyurutkan tekadnya. Ia tetap teguh pada prinsip-prinsipnya, yakin bahwa perubahan hanya bisa terwujud jika ada orang-orang yang berani menyuarakannya. Pada akhirnya, ia diakui sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pers Indonesia, seorang pelopor yang membuka jalan bagi generasi jurnalis berikutnya untuk terus memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Beberapa tulisannya dimuat dalam harian Bromartani, Djawi Kondo, Djawi Hiswara, Pasopati, Madjapahit, Darmo Kondo, Taman Pewarta, Taman Sari, Selompret Melajoe, Sinar Djawa, Berita Betawi, dan Pewarta Soerabaja.

 

Pada akhir 1930-an, tulisannya yang bersambung di harian Pemandangan Jakarta membongkar praktik perdukunan yang meresahkan, dan berhasil menghentikan aktivitas pelaku tanpa harus melalui jalur hukum. Di masa pendudukan Belanda, Darmosoegito tetap menjalankan peran penerangan dengan menyebarkan informasi penting secara diam-diam. Salah satunya, ia membantu menyampaikan salinan konsep Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dari Sumatera ke redaksi Harian Merdeka di Jakarta, melalui putrinya. Dedikasinya mencerminkan semangat jurnalisme yang tidak hanya mencatat peristiwa, tetapi turut menjaga nyala perjuangan bangsa lewat kata-kata.

 

Kehadiran patung R. Darmosoegito di Museum Penerangan merupakan wujud dari rasa bangga dan penghormatan atas sosok R. Darmosoegito dalam  mengabadikan api semangatnya. Museum Penerangan dengan bangga melestarikan rekam jejak R. Darmosoegito sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya terhadap pers Indonesia. (Tim Yanlik)

Bagikan:
Berita Terkait
Beri Masukan Anda
Apakah anda memiliki masukan, pertanyaan, atau keluhan terhadap pelayanan website kami?