Tak Ada WhatsApp, Tak Ada Internet! Bagaimana Kabar Hiroshima Sampai ke Indonesia?

31 August 2026
Tak Ada WhatsApp, Tak Ada Internet! Bagaimana Kabar Hiroshima Sampai ke Indonesia?

Bayangkan jika sebuah peristiwa besar terjadi di belahan dunia lain, tetapi tidak ada WhatsApp, internet, media sosial, bahkan berita online untuk mengetahuinya. Bagaimana kabarnya bisa sampai ke Indonesia? 

Situasi seperti inilah yang terjadi pada 1945. Pada 6 Agustus, bom atom dijatuhkan di Hiroshima, Jepang. Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus, bom atom kembali dijatuhkan di Nagasaki. Kedua peristiwa tersebut semakin memperlemah posisi Jepang dalam Perang Dunia II. Jepang kemudian menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945 dan pengumumannya disampaikan melalui siaran radio pada 15 Agustus. 

 

Namun, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kabar kekalahan Jepang itu bisa sampai ke Indonesia? 

 

Pada masa itu, radio menjadi salah satu media penting untuk mendapatkan informasi. Suara dari radio dapat membawa berita mengenai berbagai peristiwa yang terjadi jauh dari tempat pendengar berada. 

Namun, pada masa pendudukan Jepang, masyarakat Indonesia tidak sepenuhnya bebas mengakses informasi melalui radio. Jepang menyegel radio-radio yang dimiliki masyarakat sebagai bagian dari upaya mengendalikan informasi dan propaganda. 

Sebagai gantinya, masyarakat diperbolehkan mendengarkan Radio Oemoem yang ditempatkan di tempat-tempat strategis. Menurut Museum Penerangan, siaran Radio Oemoem merupakan siaran sentral yang disampaikan oleh Jepang. 

Dengan begitu, radio pada masa pendudukan Jepang bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Radio juga menjadi bagian dari bagaimana informasi dikendalikan dan disampaikan kepada masyarakat. 

 

Radio Oemoem: Dari Propaganda ke Kabar Kemerdekaan 

Di sinilah kisah Radio Oemoem menjadi menarik. 

Radio Oemoem pada awalnya digunakan dalam sistem penyiaran yang dikendalikan Jepang. Masyarakat diarahkan untuk mendengarkan siaran yang telah ditentukan. Namun, perjalanan radio tersebut tidak berhenti sebagai alat penyebaran informasi Jepang. 

Pada 1945, Radio Oemoem kemudian turut mengumandangkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Artinya, media yang sebelumnya berada dalam sistem komunikasi pendudukan Jepang justru kemudian menjadi bagian dari penyampaian kabar kemerdekaan.  

Kisah tersebut menunjukkan bahwa sebuah benda komunikasi dapat memiliki perjalanan sejarah yang berbeda seiring perubahan zaman dan keadaan politik. 

 

Ketika Kabar Jepang Menyerah Sampai ke Indonesia 

Berita mengenai Jepang menyerah menjadi informasi penting bagi para tokoh pergerakan Indonesia. Jepang bahkan berusaha agar berita tersebut tidak sampai kepada masyarakat Indonesia. 

Namun, kabar itu akhirnya diketahui. Sutan Sjahrir menjadi salah satu tokoh yang mendengar berita Jepang menyerah melalui radio. Ia kemudian menyampaikan kabar tersebut kepada golongan muda.  

Berita tersebut menjadi salah satu pemicu desakan golongan muda kepada Soekarno dan Mohammad Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Situasi setelah Jepang menyerah juga menciptakan kekosongan kekuasaan atau vacuum of power di Indonesia.  

Rangkaian peristiwa itu akhirnya mengantarkan Indonesia pada Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. 

 

Dari Suara Radio Menuju Sejarah 

Hari ini, mendapatkan informasi hanya membutuhkan beberapa detik. Kita dapat menerima notifikasi, membuka media sosial, atau mengirim pesan kepada siapa pun di berbagai tempat. 

Namun, pada 1945, sebuah radio memiliki peran yang jauh lebih besar. Dari sebuah siaran, seseorang dapat mengetahui bahwa sebuah negara telah menyerah dalam perang. Dari informasi tersebut, berita kemudian berpindah dari satu orang ke orang lainnya dan ikut memengaruhi keputusan penting dalam sejarah Indonesia. 

Koleksi Radio Oemoem yang kini tersimpan di Museum Penerangan menjadi salah satu pengingat tentang perjalanan tersebut. Benda ini bukan sekadar radio lama, tetapi bagian dari cerita tentang bagaimana informasi dikendalikan, disebarkan, dan pada akhirnya menjadi salah satu jalan bagi kabar kemerdekaan untuk sampai kepada masyarakat.  

Bagikan:
Berita Terkait
HUT RI 81