Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka. Kekalahan Jepang pada Perang Dunia II menjadi peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan. Tahukah Muspeners bahwa kala itu, salah satu pahlawan kita menjadi yang pertama mendengar berita kekalahan Jepang lewat radio dan menyampaikannya kepada Golongan Tua? Ya, ia adalah Perdana Menteri pertama RI dan Bung Kecil kita, Sutan Syahrir. Apakah Muspeners sudah mengenalnya? Yuk, sama-sama mengenal perjuangannya melalui buku karya Endang Kristin dkk. yang berjudul “Sutan Syahrir: Perdana Menteri Pertama”.
Buku ini mengajak pembaca menelusuri kisah dibalik jiwa artistik Sutan Syahrir, perjuangannya membawa Indonesia menjadi negara yang berdaulat, hingga pribadinya yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan perdamaian.
Sepakatkah Muspeners, bahwa menjadi yang pertama dan termuda bukanlah suatu hal yang mudah digapai? Di usianya yang ke-36, Sutan Syahrir menjadi Perdana Menteri pertama Indonesia dan menjadi yang termuda di kalangan Diplomat lainnya di dunia. Dengan kecerdasan, kegagahan, dan kepiawaiannya dalam berdiplomasi, Sutan Syahrir berhasil menghantarkan Indonesia ke kancah internasional sekaligus mencuri perhatian banyak media hingga dijuluki sebagai The Smiling Diplomat.
Buku setebal 72 halaman terbitan Bee Media Pustaka ini menyajikan Sejarah perjalanan Sutan Syahrir mulai dari masa sekolah, merangkai mimpi, menjadi bagian dari barisan pejuang, hingga kembali kepada Sang Pencipta. Tak hanya itu, buku ini juga mengajak pembaca untuk mengenal budaya daerah kelahiran Sutan Syahrir, yaitu Kota Padang Panjang, serta berbagai karyanya yang luar biasa.
Pemilihan kata dan gaya bahasa yang sederhana, serta penulisan yang ringkas dan padat menjadikan buku ini mudah dipahami dan cocok untuk memandu Muspeners dalam menyusuri perjuangannya. Tiga puluh hingga enam puluh menit cukup untuk mengenal sosok Perdana Menteri pertama RI melalui buku ini.
Bagi Muspeners yang ingin membacanya, Museum Penerangan menyediakan buku ini di Perpustakaan Mini yang terletak di lantai 1. Jika Muspeners berkunjung ke Museum Penerangan, jangan lupa untuk membaca buku ini, ya. Melalui buku ini, kita dapat sama-sama pahami bahwa, membawa negeri ini menuju kemerdekaan, melepaskan segala penjajahan dan penindasan, serta mencerdaskan seluruh rakyat Indonesia adalah bentuk perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar. Dan masih banyak lagi pesan berharga lainnya.
“Sutan Syahrir yang memiliki cita-cita besar dalam kalbunya, hidupnya hanya untuk berjuang, menderita, dan berkorban untuk menciptakan kemerdekaan, supaya rakyat Indonesia Merdeka dari segala tindasan. Ia berjuang untuk Indonesia Merdeka, melarat dalam perjuangan Indonesia Merdeka, ikut serta membina Indonesia Merdeka, Ia wafat untuk Republik Indonesia yang Merdeka.” – Moh. Hatta.
Jadi, bagian mana yang menjadi favorit Muspeners?
Referensi:
Kristin, Endang, dkk. (2022). Sutan Syahrir: Perdana Menteri Pertama. Bee Media Pustaka.
Penulis: Kurnia Wahyuningsih (Internship Perpustakaan Museum Penerangan 2025)