Sebelum komputer menjadi perangkat utama dalam dunia perkantoran dan penerbitan, mesin ketik merupakan salah satu teknologi penting dalam kegiatan administrasi dan produksi tulisan. Benda tersebut tidak hanya digunakan untuk mengetik surat atau dokumen, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan dunia penerbitan dan pers.
Salah satu jejak perkembangan tersebut dapat dilihat melalui Mesin Ketik Continental Standart yang menjadi koleksi Museum Monumen Pers Nasional. Mesin ketik ini memiliki keterkaitan dengan N.V. G. Kolff & Co., salah satu perusahaan percetakan dan penerbitan yang berkembang di Hindia Belanda. Kini, mesin ketik tersebut tersimpan di Ruang Pamer Sejarah Pers Monumen Pers Nasional dalam kondisi baik dan terawat. Kehadirannya menjadi bagian dari cerita mengenai perkembangan teknologi perkantoran, percetakan, dan pers pada masa lalu.
Mesin Produksi Jerman
Mesin Ketik Continental Standart koleksi Museum Monumen Pers Nasional diproduksi oleh Wanderer-Werke vorm. Winklhofer & Jaenicke AG, sebuah perusahaan yang berdiri di Chemnitz, Jerman. Perusahaan tersebut didirikan pada 1885 oleh Johann Winklhofer dan Richard Jaenicke. Pada awal perkembangannya, perusahaan bergerak dalam produksi sepeda. Memasuki 1890, Wanderer-Werke mulai mengembangkan bisnisnya dengan memproduksi berbagai peralatan mesin untuk kebutuhan industri.
Perusahaan tersebut kemudian memasuki industri mesin ketik. Pada 1904, Wanderer-Werke mulai memproduksi mesin ketik dengan merek Continental. Produksi awalnya masih terbatas, tetapi kemudian berkembang pesat. Mesin ketik Continental selanjutnya dipasarkan secara luas dan menjadi salah satu produk mesin ketik perkantoran yang dikenal di Eropa.
Mesin Ketik Continental Standart yang menjadi koleksi Museum Monumen Pers Nasional diperkirakan diproduksi sekitar 1929. Tipe Standart merupakan salah satu tipe mesin ketik Continental yang banyak diproduksi oleh Wanderer-Werke.
Milik N.V. G. Kolff & Co. Surabaya
Hal yang membuat mesin ketik ini memiliki nilai sejarah khusus adalah identitas pemiliknya. Pada bagian depan mesin terdapat sebuah plat bertuliskan “N.V. G Kolff & Co Soerabaia Afd. Kantoormachines” Tulisan tersebut menunjukkan bahwa mesin ketik Continental Standart ini berkaitan dengan N.V. G. Kolff & Co. cabang Surabaya, khususnya bagian yang menangani mesin-mesin perkantoran.
N.V. G. Kolff & Co. merupakan perusahaan toko buku dan percetakan yang memiliki sejarah panjang di Hindia Belanda. Perusahaan tersebut didirikan pada 1848 oleh Willem van Haren Noman. Pada 1850, Gualtherus Johannes Cornelis Kolff bergabung dengan perusahaan tersebut. Setelah Willem van Haren Noman kembali ke Belanda karena alasan kesehatan pada 1858, Kolff mengambil alih perusahaan dan kemudian menggunakan nama N.V. G. Kolff & Co.
Dalam perkembangannya, perusahaan tidak hanya bergerak dalam perdagangan buku. N.V. G. Kolff & Co. juga berkembang sebagai perusahaan penerbitan dan percetakan yang menerbitkan berbagai jenis publikasi, termasuk surat kabar. Perusahaan tersebut memiliki beberapa kantor cabang, antara lain di Batavia, Semarang, dan Surabaya. Masing-masing cabang memiliki aktivitas penerbitannya sendiri.
Di Batavia, perusahaan ini menerbitkan Java Bode dan Bataviaasch Handelsblad. Di Semarang, N.V. G. Kolff & Co. menerbitkan De Locomotief, sedangkan cabang Surabaya menerbitkan Het Soerabaiasche Handelsblad. Jejak aktivitas tersebut menunjukkan posisi N.V. G. Kolff & Co. dalam perkembangan industri percetakan, penerbitan pers, dan penyediaan buku pada masa tersebut.
Dari Percetakan hingga Penerbitan Surat Kabar
Perkembangan N.V. G. Kolff & Co. memperlihatkan bagaimana industri percetakan dan pers memiliki hubungan yang erat. Percetakan menjadi infrastruktur penting bagi produksi berbagai bahan bacaan dan publikasi, sementara surat kabar menjadi salah satu media yang memungkinkan informasi disebarluaskan kepada masyarakat.
Dalam konteks tersebut, keberadaan mesin ketik menjadi bagian dari rangkaian kerja perkantoran dan penerbitan. Sebelum penggunaan komputer, mesin ketik digunakan untuk menghasilkan berbagai dokumen dan naskah yang dibutuhkan dalam kegiatan administrasi maupun penerbitan.
Mesin Ketik Continental Standart koleksi Museum Monumen Pers Nasional menjadi salah satu benda yang dapat menggambarkan teknologi perkantoran pada masa tersebut. Identitas N.V. G. Kolff & Co. pada plat mesin memberikan konteks tambahan mengenai lingkungan kerja tempat mesin tersebut pernah digunakan. Dengan nomor seri 355365-1, mesin ketik ini menjadi salah satu benda yang menyimpan jejak material dari aktivitas sebuah perusahaan penerbitan dan percetakan yang memiliki sejarah panjang di Hindia Belanda.
Jejak Perubahan N.V. G. Kolff & Co.
Seiring perjalanan waktu, N.V. G. Kolff & Co. mengalami berbagai perubahan. Pada 1930, perusahaan memperoleh hak menggunakan label “Koninklijke” dari Kerajaan Belanda sehingga nama perusahaan kemudian menggunakan nama N.V. Koninklijke Boekhandel en Drukkerij. Perubahan tersebut menunjukkan posisi penting perusahaan dalam industri perdagangan buku, percetakan, dan penerbitan pada masa itu.
Setelah Indonesia merdeka, berbagai perusahaan milik Belanda mengalami proses nasionalisasi. N.V. G. Kolff & Co. termasuk perusahaan yang kemudian dinasionalisasi pada 1962 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1962 tentang pendirian Perusahaan Negara Percetakan Penerbitan dan Pabrik Tinta Gita Karya. Perjalanan panjang perusahaan tersebut memperlihatkan perubahan besar dalam industri penerbitan dan percetakan, dari masa Hindia Belanda hingga periode setelah kemerdekaan Indonesia.
Mesin Ketik sebagai Jejak Sejarah Pers
Nilai penting Mesin Ketik Continental Standart tidak hanya terletak pada usianya sebagai mesin ketik yang diproduksi sekitar 1929. Identitas pemilik dan konteks penggunaannya membuat benda ini memiliki keterkaitan dengan sejarah industri percetakan dan penerbitan. Mesin ketik tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana benda teknologi dapat membantu masyarakat memahami sejarah pers dari sisi yang berbeda. Sejarah pers tidak hanya berkaitan dengan surat kabar yang diterbitkan atau wartawan yang menulis berita, tetapi juga mencakup berbagai perangkat dan infrastruktur yang mendukung proses produksi informasi.
Benda seperti mesin ketik memperlihatkan bahwa di balik sebuah publikasi terdapat rangkaian aktivitas perkantoran, penulisan, penyuntingan, percetakan, hingga distribusi. Kini, Mesin Ketik Continental Standart tersebut menjadi bagian dari koleksi Museum Monumen Pers Nasional setelah diperoleh melalui pengadaan koleksi pada 2012. Kondisinya yang masih baik dan terawat memungkinkan benda tersebut tetap menjadi media pembelajaran bagi masyarakat.
Melalui koleksi ini, pengunjung dapat melihat secara langsung salah satu teknologi yang pernah digunakan dalam lingkungan industri percetakan dan perkantoran pada masa lalu. Plat bertuliskan N.V. G. Kolff & Co. Soerabaia menjadi petunjuk penting yang menghubungkan sebuah mesin ketik dengan perjalanan perusahaan penerbitan dan percetakan di Hindia Belanda.
Dari sebuah mesin ketik, pengunjung dapat menelusuri cerita yang lebih luas tentang perkembangan teknologi, industri percetakan, penerbitan surat kabar, hingga perjalanan sejarah pers di Indonesia .Mesin Ketik Continental Standart tersebut kini dapat dilihat di Ruang Pamer Sejarah Pers Museum Monumen Pers Nasional, Surakarta, sebagai salah satu koleksi yang merepresentasikan perkembangan teknologi dan industri pendukung pers pada masa lalu.