Ratusan siswa MAN 1 Kota Bogor antusias mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah dan Aksi Bergizi, Rabu (26/8/2026). Kegiatan yang memadukan pemeriksaan kesehatan, aktivitas fisik, pemenuhan gizi, dan edukasi ini menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB, didahului senam bersama di lapangan sekolah. Sekitar 150 siswa mengikuti aktivitas tersebut sebelum melanjutkan kegiatan dengan sarapan Makanan Bergizi Gratis (MBG), edukasi gizi, minum Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, hingga tes kebugaran.
Bagi sebagian siswa, CKG Sekolah menjadi pengalaman pertama menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Salah satunya Quinsha Aulia Fadya, siswi kelas X MAN 1 Kota Bogor.
“Aku di sini sebagai peserta yang ikut cek kesehatan gratis. Ini pertama kali juga aku cek kesehatan gratis secara lengkap. Prosesnya efisien, dokter dan kakak-kakaknya juga baik,” kata Quinsha.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan penting bagi pelajar agar lebih memahami kondisi tubuh dan mengetahui sejak awal jika terdapat gangguan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan tindakan lanjutan.
“Bukan hanya mendapat manfaat buat fisik, ini juga bikin kita tahu bagaimana menanggapi kondisi diri sendiri. Kalau tensi rendah, tinggi, atau mata minus, kita bisa lebih aware dan merawat diri. Buat teman-teman yang belum ikutan, segera ikutan karena lengkap banget dan gratis,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pemeriksaan diprioritaskan bagi siswa kelas X sebagai peserta didik baru, sedangkan sejumlah siswa kelas XI mengikuti rangkaian aktivitas fisik dan kebugaran.
Agar proses pemeriksaan berjalan tertib, siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan sekitar 25 orang. Mereka terlebih dahulu mengikuti pengarahan di ruang transit sebelum menjalani pemeriksaan status gizi, pengukuran tekanan darah, dan pengambilan sampel laboratorium. Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kesehatan mata, telinga, dan gigi di ruang yang telah disiapkan.
Rangkaian CKG Sekolah dan Aksi Bergizi juga dilanjutkan dengan siaran langsung talkshow interaktif Radio Elshinta bertajuk “Peduli Kesehatan, Mulai dengan Cek: Pentingnya Cek Kesehatan dan Deteksi Dini bagi Pelajar.”

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, Pemerintah Kota Bogor, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama Kota Bogor, serta media nasional Radio Elshinta.
Ketua Tim Kelembagaan Komunikasi Pemerintahan Daerah Komdigi, Agus Tri Yuwono, mengatakan CKG merupakan salah satu program prioritas Presiden yang diarahkan untuk memperkuat upaya deteksi dini penyakit sehingga masyarakat dapat memperoleh penanganan lebih cepat apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan.
“Tujuannya jelas, untuk mendeteksi lebih dini penyakit di dalam tubuh. Setelah terdeteksi, harus ada tindak lanjut medis. Bagi siswa maupun masyarakat umum lainnya, CKG sebaiknya dilakukan setahun sekali dan bisa dilakukan di Puskesmas,” kata Agus.
Upaya deteksi dini menjadi semakin penting bagi kelompok usia sekolah. Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat sekitar 16 persen anak di wilayah tersebut mengalami anemia. Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Aksi Bergizi, terutama bagi remaja putri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, menilai pembiasaan hidup sehat perlu dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan kesehatan semata. Karena itu, Aksi Bergizi diharapkan dapat menjadi bagian dari kegiatan rutin di lingkungan sekolah.
“Harapan kami kegiatan ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi agenda rutin yang masuk kurikulum. Minimal didedikasikan satu hingga dua jam seminggu untuk membangun perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah,” ujar Erna.
Pemerintah Kota Bogor juga mendorong pelajar untuk meningkatkan aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat. Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, mengingatkan bahwa kebiasaan kurang bergerak perlu diimbangi dengan aktivitas olahraga yang dilakukan secara rutin di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Perilaku malas gerak harus dilawan dengan mengaktifkan kegiatan olahraga di sekolah, terutama madrasah. Sehat itu dimulai dari diri sendiri. Tolong jaga kesehatan, pola hidup, dan pola makan bergizi demi mewujudkan Indonesia Emas,” kata Denny.
Pelaksanaan CKG Sekolah dan Aksi Bergizi di MAN 1 Kota Bogor menjadi bagian dari kegiatan serentak yang berlangsung di lebih dari 50 sekolah di Kota Bogor. Secara keseluruhan, program CKG Kota Bogor telah menjangkau 701 sekolah dengan target sasaran sekitar 227 ribu siswa.
Melalui pemeriksaan kesehatan yang dibarengi edukasi gizi dan aktivitas fisik, program ini diharapkan tidak hanya membantu menemukan risiko kesehatan lebih awal, tetapi juga menumbuhkan kesadaran para pelajar untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari.