Komdigi Perkuat Edukasi Cek Kesehatan Gratis kepada 1.000 Santri di Sukoharjo

22 July 2026
Komdigi Perkuat Edukasi Cek Kesehatan Gratis kepada 1.000 Santri di Sukoharjo

Sukoharjo – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus memperkuat komunikasi publik mengenai pentingnya deteksi dini kesehatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Upaya tersebut kembali diwujudkan pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026 melalui Pelatihan Kesiapsiagaan Kesehatan bertajuk "Santri Sehat Sigap Siaga" yang diikuti sekitar 1.000 santri Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

 

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi ini bertujuan meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sekaligus membekali mereka dengan keterampilan menghadapi situasi darurat. Melalui tiga zona pembelajaran, peserta memperoleh layanan Cek Kesehatan Gratis, donor darah, edukasi dan konsultasi kesehatan, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (CPR) dan pertolongan pertama, serta pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan simulasi penanggulangan kebakaran.

 

Selanjutnya, mewakili Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Pranata Humas Ahli Madya, Yudi Syahrial, S.Sos., MM menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara. Ia menyatakan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dibangun melalui budaya deteksi dini dan pencegahan penyakit. Karena itu, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo terus mendorong partisipasi masyarakat dalam Program Cek Kesehatan Gratis yang hingga awal Juli 2026 telah melayani lebih dari 59 juta peserta dari target sekitar 132 juta masyarakat sepanjang tahun 2026. Menurutnya, peningkatan partisipasi tersebut perlu terus diperluas, termasuk di lingkungan pesantren yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi sehat, tangguh, dan peduli terhadap sesama.

 

Yudi menjelaskan, melalui tema "Santri Sehat Sigap Siaga", para santri dibekali pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala, keterampilan memberikan pertolongan pertama saat keadaan darurat, serta kesiapsiagaan menghadapi potensi risiko melalui pelatihan penggunaan APAR. Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan donor darah tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial sekaligus mendorong santri menjadi agen literasi kesehatan di era digital yang mampu mengajak keluarga dan masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat serta siap bertindak dalam situasi darurat.

 

Lebih lanjut, Sekretaris PPMI Assalaam Surakarta Dr. H. Arkanudin Budiyanto, M.I.Kom dalam sambutannya menyampaikan bahwa PPMI Assalaam menyambut baik kolaborasi dan Kerjasama dari Komdigi, yang ia sebutkan sebagai perwujudan dari makna kata Assalaam yang melekat pada nama pondok pesantren tersebut. Assalaam memiliki akar kata yang sama dengan Islam yang berarti damai. Damai dalam artian tidak hanya berdamai dengan sesama umat Islam saja, tapi juga kepada pemeluk agama lain, serta dengan Pemerintah. Ia menegaskan bahwa PPMI Assalaam mendukung program pemerintah yang positif untuk pembentukan karakter anak bangsa.

 

Selanjutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan Komdigi terhadap penguatan upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan melalui komunikasi publik yang kolaboratif dengan melibatkan PPMI Assalaam, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, PMI Kota Surakarta, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukoharjo, serta influencer Kesehatan. Para santri mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, menghadapi situasi kedaruratan, hingga membangun kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan, baik secara teoritis maupun secara praktik.

 

Adapun para narasumber dalam pembekalan teoritis yakni Penyuluh Kesehatan Ahli Muda, Anik Hastari, S.Kep., Kepala Bidang Damkar Satpol PP Sukoharjo, Margono, Kasie Pelayanan Ambulans PMI Kota Surakarta, Barly Shodiq, S.Kep, dan Influencer Kesehatan, Bara Zulfa.

 

Dalam sesi tersebut, Anik menyatakan bahwa sehat harus dimulai dari diri sendiri dan dari sedini mungkin kita mulai perhatikan asupan gizi yang seimbang, aktivitas fisik yang menyehatkan serta jauhi rokok, dan jangan lupa rutin memeriksakan Kesehatan. Kemudian, Margono dari Damkar menyampaikan tugas dan fungsi Pemadam Kebakaran serta tak lupa mengingatkan untuk sigap terhadap situasi darurat salah satunya dengan menghubungi Damkar. Selanjutnya, Barly Shodiq dari PMI Kota Surakarta menyampaikan tentang Basic Life Support yang diperlukan ketika terjadi situasi kegawat daruratan yang berhubungan dengan Jantung, Paru-paru dan Otak. Sementara itu, influencer Bara Zulfa mengajak para santri untuk rajin melakukan exercise agar membentuk massa otot yang baik serta postur tubuh yang ideal.

 

Dengan demikian, Melalui Pelatihan Kesiapsiagaan Kesehatan bertajuk "Santri Sehat Sigap Siaga", Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong lahirnya generasi santri yang sehat, tangguh, peduli, serta memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan memberikan pertolongan dalam situasi darurat. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pelaksanaan program serupa di pondok pesantren di berbagai daerah di Indonesia.

 

Sumber: Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media, Kementerian Komunikasi dan Digital RI

Bagikan:
Berita Terkait
HUT RI 81