CIREBON – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kementerian Komdigi) Republik Indonesia bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menggelar sosialisasi program Cek Kesehatan Gratis melalui pertunjukan kesenian rakyat.
Acara yang mengusung tema "Ngajaga Jiwa, Ngajaga Raga, Warga Sehat, Bangsa Kuat" ini diselenggarakan di Lapangan Cikomboy, Desa Wisata Matangaji, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Melalui pendekatan seni budaya tradisional wayang golek yang dipimpin oleh Dalang Ki Yogaswara Sunandar Sunarya, pemerintah menyampaikan berbagai edukasi penting. Sosialisasi utamanya berfokus pada program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang kemudian dipadukan dengan pemahaman literasi digital serta perlindungan anak di dunia maya.
Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan (KKLK) Kementerian Komdigi, Marolli Jeni Indarto, M.Si., menegaskan bahwa kolaborasi pusat dan daerah ini menjadi jembatan efektif dalam menyampaikan program prioritas pemerintah. Selain mendukung penuh kesuksesan program Cek Kesehatan Gratis untuk menjaga raga masyarakat, isu krusial lain yang disorot adalah kesehatan mental anak akibat adiksi gawai dan media sosial.
"Melalui momentum ini, kita tidak hanya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis demi raga yang prima, tetapi juga menjaga jiwa generasi muda kita. Ibu Menteri Komdigi telah mengeluarkan regulasi baru berupa PP Tunas. Melalui aturan ini, anak-anak di bawah usia 16 tahun akan ditunda aksesnya ke media sosial seperti Facebook dan TikTok hingga usia mereka cukup," ujarnya di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi acara, Selasa (02/06/2026).
Langkah preventif tersebut diambil guna menekan kerentanan anak-anak di ruang digital, seperti ancaman pornografi anak, kecanduan (adiksi) game, serta interaksi dengan orang asing yang tidak dikenal melalui platform digital seperti Roblox.
Di tempat yang sama, Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, SE, yang hadir mewakili Bupati Cirebon Drs. H. Imron, M.Ag, menyambut baik inisiatif pemanfaatan kesenian rakyat sebagai sarana komunikasi publik. Menurutnya, budaya lokal adalah media edukasi yang paling dekat dan mudah dipahami masyarakat.
"Mari kita jaga raga dengan pola hidup sehat dan menyukseskan program Cek Kesehatan Gratis, serta jaga jiwa dengan informasi yang benar. Di tengah pesatnya arus informasi digital, masyarakat harus cerdas menyaring informasi dan memastikan sumbernya resmi agar terhindar dari hoaks," kata Agus dalam sambutannya, seraya memperkenalkan salam khas Cirebon, "Kulanun – Mangga".
Acara malam itu berlangsung interaktif dan kondusif. Kehadiran jajaran Forkopimcam Kecamatan Sumber, Dinas Kominfo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Kesehatan, serta perangkat Desa Matangaji menegaskan komitmen bersama dalam membangun fondasi masyarakat Cirebon yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya.