Antusiasme Tinggi Anak-anak Teluk Bakung Ikuti Mobil Psikososial Kemkomdigi

16 December 2025
Antusiasme Tinggi Anak-anak Teluk Bakung Ikuti Mobil Psikososial Kemkomdigi

Langkat, InfoPublik – Program Mobil Dukungan Psikososial dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) hadir memberikan pendampingan bagi anak-anak dan warga terdampak banjir di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pusat Pelayanan Psikologi pada Masyarakat Universitas Sumatera Utara (P3M USU) dan Save the Children, sebagai upaya membantu pemulihan kondisi psikologis pascabencana.

 

Kehadiran Mobil Dukungan Psikososial disambut antusias oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang masih mengalami trauma akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu. Melalui berbagai aktivitas bermain, bercerita, dan pendampingan psikologis, anak-anak diajak kembali ceria dan merasa aman setelah melewati pengalaman bencana.

 

Kabupaten Langkat adalah salah satu wilayah paling terdampak banjir di Sumatra Utara. Sedikitnya ada 16 kecamatan terdampak. Desa Teluk Bakung yang berada di jalan Pulau Banyak, Tanjung Pura dilintasi jalur rel kereta nonaktif Binjai-Besitang. Sejumlah warga masih mengungsi dengan mendirikan tenda di atas rel. Ada yang memakai tenda putih BNPB dan ada memakai terpal seadanya. Mereka masih khawatir untuk kembali ke rumah. Banjir baru surut pada awal minggu kedua Desember ini.

 

Kegiatan Dukungan Psikososial ini dipusatkan di Mushala Darussalam, Desa Teluk Bakung, Tanjung Pura pada Selasa (16/12/2025) siang. Acara ini dipandu oleh empat fasiltator yang dipimpin Annisa Asrin. Tak dinyana, awalnya anak-anak dari Desa Teluk Bakung ini terdaftar 50 peserta. Belakangan, peserta membludak menjadi 140 anak. Warga khususnya para ibu sekitar begitu antusias sehingga turut mengikutkan anaknya dalam acara ini. Peserta dari mulai anak balita hingga kelas 6 SD.

 

Meski aula Mushala penuh dengan peserta dan fasilitator, anak-anak tetap ceria mengikuti permainan kelompok, mendongeng, menyanyi , membaca buku, mewarnai gambar perlindungan anak di ranah digital hingga menuliskan kesan dan harapan mereka di stiker kuning. Para orangtua pun ikut menyaksikan putra-putrinya dari dekat.

 

Terkait dampak pascabanjir, Sekretaris Desa Teluk Bakung, Sri Rahayu mengakui bahwa masalah kesehatan dan trauma psikologis tidak dapat dihindari, terutama pada anak-anak. "Pasca banjir, penyakit sudah mulai datang. Anak-anak mulai demam, diare, gatal-gatal. Kalau dampak trauma, pasti. Anak-anak melihat buku pelajarannya hanyut, rumahnya hanyut, bajunya hanyut. Trauma itu pasti mendalam," katanya.

 

Dalam konteks tersebut, kehadiran tim Dukungan Psikososial Kemkomdigi dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya anak-anak. "Peran Komdigi ini dalam hal psikologis sangat kami butuhkan sekali. Paling tidak mengurangi rasa kesuntukan dan kepanikan adik-adik selama pasca banjir," ujar Sri Rahayu.

 

Ia berharap pendampingan semacam ini dapat terus dilakukan agar masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa pemulihan. “Dengan datangnya Bapak-bapak ini, anak-anak merasa ‘oh ada yang melihat kami’. Merasa ternyata banyak orang yang membantu kami menghilangkan rasa ketakutan pasca banjir,” tambahnya.

 

Antusiasme juga datang dari anak-anak peserta kegiatan. Raudatul Zahra Siregar (11) mengaku kegiatan tersebut sangat membantu dirinya dalam menghadapi trauma pascabanjir. "Acara ini sangat mengobati saya atas pasca banjir. Saya sangat terobati dengan acara ini," ujarnya.

 

Ia menyebut kegiatan yang diikuti terasa menyenangkan dan seru, mulai dari saling memperkenalkan diri hingga mendengarkan dongeng. "Acaranya senang dan seru. Ada memperkenalkan diri dan menceritakan dongeng. Dongengnya bagus,” katanya.

 

Ketika ditanya mengenai harapannya setelah mengalami musibah tersebut, anak tersebut menjawab singkat, “Agar tidak terulang lagi.”

 

Program Mobil Dukungan Psikososial Kemkomdigi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan pendampingan psikologis dan ruang aman bagi anak-anak dan keluarga terdampak bencana. Melalui kolaborasi dengan P3M USU dan Save the Children, program ini diharapkan dapat membantu proses pemulihan mental masyarakat sekaligus menumbuhkan kembali rasa aman dan optimisme di wilayah terdampak banjir.

Bagikan:
Berita Terkait
Beri Masukan Anda
Apakah anda memiliki masukan, pertanyaan, atau keluhan terhadap pelayanan website kami?